KENA TINDIH

KETINDIHAN SEMASA TIDUR/SLEEP PARALYSIS

sleep_paralysis-300x193

Pernah mengalami ketindihan mahluk halus semasa tidur? fenomena ini dikenali juga dengan istilah Sleep paralysis, Namun pada beberapa kepercayaan masyarakat di tanah air fenomena ini kerap dikaitkan dengan hal berbau mistik dan klenik dan dikenal juga dengan istilah eRep eRep. sebenarnya mitos ketindihan mahluk halus semasa tidur boleh dijelaskan secara ilmiah.

Biasanya orang yang mengalami ketindihan mahluk halus semasa tidur atau sleep paralysis akan terkejut terbangun dan merasakan tubuhnya berat dan tidak boleh digerakkan, satu-satunya cara adalah menggerakkan hujung kaki, hujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh boleh digerakkan kembali, biasanya disertai juga dengan munculnya bayangan kegelapan. Hal inilah yang diandaikan “ketindihan” makhluk halus orang sebahagian besar orang.

 

Penjelasan Fenomena Ketindihan Mahluk Halus saat Tidur / Sleep Paralysis

Semasa tidur, aktiviti dan otot-otot tubuh menjadi tidak bergerak, sehingga menyebabkan lumpuh sementara. Bahkan kadang-kadang lumpuh tetap ada setelah orang terbangun. Biasanya, lumpuh tidur diikuti dengan halusinasi. Orang yang mengalami lumpuh tidur merasa seperti dicekik, dada sesak, badan sukar bergerak dan sukar berteriak.

Ketika seseorang tidur, aktiviti otak mengalami dua hal berbeza, yang disebut tidur aktif atau REM (rapid eye movement) dan tidur non-REM. Non-REM selama tidur akan menghasilkan gerakkan selagi anda tidur, seperti bercakap dalam tidur atau berjalan ketika tidur. Sedangkan REM akan mempengaruhi denyutan jantung, laju respirasi dan tekanan darah ketika tidur.

Secara psikologi, sleep paralysis berkaitan dengan tidur di tahap REM, dimana setelah mengalami tidur REM, mata terbuka namun paralysis tetap bertahan. Biasanya hal ini mengakibatkan halusinasi. Sleep paralysis berlaku kira-kira 2-3 minit. Setelah otak dan badan yang berkaitan kembali, pesakit dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Namun, memori dari sensasi yang mengerikan atau mimpi buruk biasanya dapat bertahan lama

Secara fisiologi, penyebab sleep paralysis belum diketahui secara pasti. Setakat ini, para psikologi memberikan gambaran umum mengenai penyebab terjadinya sleep paralysis, seperti kebiasaan tidur menghadap ke atas, pola tidur tak tentu, stress, dan perubahan mendadak pada lingkungan atau lifestyle.

 

Mitos Tentang Sleep Paralysis / Ketindihan Mahluk Halus Di Berbagai Negara

Ternyata tidak hanya di indonesia saja mitos eRep eRep atau ketindihan mahluk halus berkembang, berikut adalah mitos tentang sleep paralysis yang ada di berbagai belahan dunia.

Di budaya Afro-Amerika, Gangguan tidur ini disebut the devil riding your back hantu atau hantu yang sedang menaiki bahu seseorang.

Di budaya China, Disebut gui ya shen alias gangguan hantu yang menekan tubuh seseorang.

Di budaya Mexico, Disebut se me subió el muerto dan dipercayai sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang melekat pada seseorang.

Di budaya Kemboja, Laos dan Thailand, Disebut pee umm, merujuk kepada kejadian di mana seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.

Di budaya Iceland, Disebut mara. Ini adalah kata kuno bahasa Island. Artinya hantu yang menduduki dada seseorang di malam hari, berusaha membuat orang itu sesak nafas dan mati lemas.

Di budaya Turki, Disebut karabasan, dipercayai sebagai makhluk yang menyerang orang di kala tidur, menekan dada orang tersebut dan mengambil nafasnya.

Di budaya Jepun, Disebut kanashibari, yang secara literatur diertikan mengikat sehingga diertikan seseorang diikat oleh makhluk halus.

Di budaya Vietnam, Disebut ma de yang artinya dikuasai syaitan. Banyak penduduk Vietnam percaya gangguan ini terjadi kerana makhluk halus merasuki tubuh seseorang.

Di budaya Hungary, Disebut lidercnyomas dan dikaitkan dengan kata supranatural boszorkany (penyihir). Kata boszorkany sendiri bererti menekan sehingga kejadian ini diterjemahkan sebagai tekanan yang dilakukan makhluk halus pada seseorang di saat tidur.

Di budaya Malta, Gangguan tidur ini dianggap sebagai serangan oleh Haddiela (istri Hares), dewa bangsa Malta yang menghantui orang dengan cara merasuki orang tersebut. Dan untuk terhindar dari serangan Haddiela, seseorang harus menaruh benda dari perak atau sebuah pisau di bawah bantal semasa tidur.

Di budaya New Guinea, Fenomena ini disebut Suk Ninmyo. Ini adalah pokok keramat yang hidup dari roh manusia. Pohon keramat ini akan memakan roh manusia di malam hari agar tidak menggangu manusia di siang hari. Namun, seringkali orang yang rohnya sedang disantap pohon ini terbangun dan terjadilah sleep paralysis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s